Waspada, Sebar Hoax Bisa Terancam Pidana

  • Whatsapp
Sebar Hoaks Bisa Dipidana
Ilsutrasi (Freepik.com)

Dailydetik.com – Perkembangan teknologi dan informasi sangat berdampak pada kehidupan manusia saat ini. Teknologi memudahkan manusia mencari informasi, tinggal menggerakan cari di ponsel pintar, para penggunanya bisa dengan mudah mendapat informasi apa pun.

Namun, perkembangan teknologi juga punya dampak negatif. Satu di antaranya maraknya penyebaran berita palsu atau (hoax) di media sosial. Jika tidak diimbangi dengan literasi digital menyebabkan hoax merajalela.

Bacaan Lainnya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hoax berarti berita bohong. Tidak hanya melalui situs online, hoax juga dapat beredar di aplikasi percakapan.

Jumlah hoax yang semakin meningkat dan tak terbendung ini membuat pemerintah melakukan sejumlah cara agar penyebar hoax bisa ditekan. Salah satunya dengan menyiapkan aturan hukum untuk menindak para penyebar hoax.

Berikut beberapa peraturan yang mengatur mengenai berita hoax atau berita bohong beserta hukumanya:

Pertama, Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU 19/2016) mengatur mengenai penyebaran berita bohong di media elektronik (termasuk sosial media) menyatakan:

‘Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016 dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pos terkait

Most Populer