Viral 3 WNI ABK Kapal China Minta Tolong

  • Whatsapp
WNI ABK Kapal Cina
Foto : Istimewa

Dailydetik.com – Sebuah video tengah viral dan menjadi perbincangan warganet. Dalam sebuah video berdurasi pendek tersebut, nampak tiga Anak Buah Kapal (ABK) yang merupakan warga Indonesia diketahui mendapatkan perlakuan tak pantas saat bekerja di kapal berbendera China.

Video yang diunggah kembali oleh Rocky Gerung di laman Instagram miliknya, tampak tiga ABK tengah memberikan pernyataan yang mengejutkan. Bagaimana tidak, ketiga pria paruh baya tersebut melaporkan bahwa mereka mendapatkan perlakuan tak manusiawi saat bekerja di atas kapal China.

Bacaan Lainnya

“Segera kami dipulangkan dari kapal ini. Kami disiksa, dipukul, ditendang,” kata salah seorang pria dalam video tersebut.

Beberapa perlakuan tak manusiawi tersebut yakni pemukulan, beban kerja yang berat, hingga jam kerja yang melebihi aturan.

“Dada kami dipukul pak, perut kami ditendangi pak, … jam tidur hanya 4-5 jam, jam kerja 20 jam lebih, kami kurang tidur, makan enggak tenang,” kata salah satu pria yang lainnya.

Lewat sebuah video yang sama, pengunggah juga menampakkan foto kapal serta selembar kertas berisi ungkapan hati para ABK. Selain itu, terpampang pula informasi nomor telepon tiga tenaga penyalur, serta identitas empat ABK Indonesia tersebut.

Tanggapan Kementerian Luar Negeri

Dilansir dari Liputan6.com, Kementerian Luar Negeri pun langsung bertindak dengan mendalami laporan tersebut. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Judha Nugraha menyatakan bahwa saat ini pihaknya telah menghubungi beberapa subjek terkait.

“Kemlu telah menerima informasi berupa video mengenai 4 ABK WNI yang bekerja di kapal ikan RRT (China) Liao Yuan Yu 103. Mereka mengaku tidak menerima gaji, jam kerja yang berlebihan, makanan tidak memadai, dan mengalami kekerasan,” jelas Judha Nugraha, Rabu (26/8).

Bahkan, Direktorat PWNI-BHI Kemlu RI pun juga telah menghubungi nomor yang tercantum di sebuah video tersebut. Namun, hingga kini belum didapatkan tanggapan yang pasti mengenai panggilan tersebut.

“Langkah-langkah penanganan (dengan) menghubungi nomor PT RCA sebagaimana tercantum dalam video pengaduan tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan,” sambungnya.

Menurut informasi yang didapatkan dari koordinasi antara Kemlu dan Kemhub serta Kementerian Ketenagakerjaan yang memberikan izin penempatan ABK ke luar negeri, perusahaan tempat keempat ABK tersebut rupanya tak terdaftar baik di Kemenaker maupun Kemenhub.

“Didapat informasi bahwa PT RCA tidak terdaftar baik di Kemenaker maupun Kemenhub,” terangnya.

Pos terkait

Mungkin Anda Suka