Pengadu ‘Anjay’ Tertangkap Basah Pernah Gunakan Kata Tersebut, Jejak Digitalnya Sudah Dihapus

  • Whatsapp
Pengadu Kata Anjay
Foto : Istimewa

Dailydetik.com – Heboh aduan kata “Anjay” yang dilakukan oleh Lutfi Agizalke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) membuat ratusan ribu orang meramaikan kata tersebut di Twitter, sehinga popularitas ‘anjay’ jadi semakin trending hingga Selasa (31/8/2020) ini.

Bukan tanpa sebab, Lutfi Agizal mengadukan hal tersebut sehingga Komnas PA menerbitkan larangan penggunakan kata ‘anjay’ itu.

Bacaan Lainnya

Dengan tujuan, selain agar masyarakat menggunakan kata yang baik dalam berbicara di medsos, ajakan menghindari kata ‘anjay’ ini juga dilakukan supaya kita terhindar dari kekerasan verbal yang ujungnya bisa dipidanakan.

Viralnya aduan kata ‘anjay’ ini membuat sejumlah warha internet menelisik, apakah kata yang sama pernah digunakan sang pengadu.

Pengadu Kata Anjay
Malu Banget! Panik Hapus Jejak Digital, Tapi Lutfi Agizal Ketahuan Pernah Pakai Kata ‘Anjay’ Saat Komen di Akun Bola Ini!

Ternyata, siapa sangka dari jejak digital Lutfi Agizal, rupanya pernah menggunakan kata ‘anjay’ tersebut.

Terlihat dalam satu unggahan lamanya di akun @foodballtraveler_id, tertangkap basah Lutfi Agizal memberikan komentar yang mengandung kata tersebut.

Setelah diselidiki, ternyata komentar Lutfi itu benar pernah diunggahnya pada tanggal 16 Juli 2018.

“ANJAYYYYY GUE LAGI. CHEK JUNIOR DI FOTO!!!”tulis Lutfi Agizal saat itu.

Mendapat captured-an ini, ada banyak netizen yang mencibir balik soal kata anjay. Lutfi juga sadar komentarnya berupa kalimat kasar itu menjadi ramai diperbincangkan, sehingga ia pun memberikan tanggapan.

Dalam unggahan terbarunya, Lutfi Agizal mengakui kesalahannya.

“Jika kita pernah melakukan sebuah kelalaian dalam berkata dan suatu saat kita tahu akan kesalahan tersebut lebih baik kitatakedownuntuk meredam. Saya sudah melakukannya. Yuk sama-sama lakukan,” pungkas Lutfi Agizal, Kamis (20/8/2020).

Tak cuma itu, Lutfi Agizal pun mengaku sudah menghapus unggahan yang menyertakan komentarnya dalam kalimat kasar.

“Dalam bahasa ada “leksikok” dan “semantik” dimana terkadang kita tidak semua tahu apa leksikon dari sebuah kalimat.

“Saya pun juga pernah melakukan hal yang salah, karena suatu hal yang kita tidak tahu.

“Masukan dari ahli bahasa. Kita dapat melakukan maaf dan takedown agar tidak ditiru serta tidak diulangi lagi. Selalu belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik,” sambung Lutfi Agizal.

Pos terkait

Mungkin Anda Suka